16 Mar 2009

Violation of the Rule of Law and Criminal Justice in East Timor

"The very first section of the Constitution of East Timor relies heavily on the state being based upon principles of the rule of law. However, violations are committed by the President blatantly, forgetting all concepts of rule of law or the separation of the powers of the state as envisioned under the auspicious Constitution of East Timor. It is also sad to state that no action is taken against the president for this action to discredit the justice system of the country."

Abstract husi artigu "Violation of the Rule of Law and Criminal Justice in East Timor" (Sayan Majumdar, 15/3/09)

Bele download husi East Timor Law Journal

8 comments:

Anonymous said...

Salah satu Karakteristik dari rule of law adalah supremasi hokum,pemisahan kekuasaan,dan control social yang kuat.
Rule of law/negara hukum sekarang ini belum berjalan dengan baik seperti :
a. parlamen kurang melakukan fungsi kontrol teradap pemerintah dan aparaturnya sehubungan dengan kebijakan,tindakan dan perbuatan mereka. dalam hal ini perlu mengfungsikan hak angket dan iterplasi badan legeslatif. parlamen semestinya mananggil departemen terkait untuk menjelaskan penggusuran yang terjadi di beberapa area penjualan ( Becora,Taibesi,Comoro).
parlamen juga perlu melakukan penyelidikan/angket terhadap beberapa aparatur pemerintah yang diduaga melakukan KKN ( upaya penyelidakan ini sebagai bagain dari kontrol sosial.
b. sistem pemisahan kekuassan.
lembaga presiden terlalu campur tanggan dan pemerintah tak menghormati putusan pengadilan. dapat melihat kasus Almarhum Mayaor Alfredo dan Tidak sahnya implementasi FEE pada tahun 2008.
Dan masih banyak persoalan yang mewarnai fungsi control dari parlamen dan pemisahan kekuasaan tersebut.
Parlamen belum berfung dan pemisahan kekuasaan masih jauh dari harapan disebabkan:
1. Belum ada inisiatif dari para anggota legeslatif karena pemerintah merupakan reinkarnasi dari beberapa partai yang ada dalam parlamen atau dalam ketanegaraan disebut sistem semi presidensial.
2. System perekrutan anggota parlamen yang hanya berdasarkan pada hubungan kedekatan dan mutualisme politik ( patner dalam perbutan kekuasaan /perjuangan). Menjadi anggota dewan bukan karena suatu kemanpuan.
3. Politik balas budi dan kompromi politik ( pembelian mobil mewah, meskipun bertentangan dengan jiwa masyarakat dan keadilan tetapi kebanyakan mayoritas anggota legislative setuju saja)
Untuk perbaikan beberapa masalah diatas perlu RDTL merestorasi sebuah sistem politik dan hukumnya mislanya:
1. Penegasan dalam sistem semi presidensial/mencari sistem ketatanegaraan yang dapat mengfungsikan sebuah kontrol ,seperti melakukan kritik dan auto kritik terhadap pemerintah.
2. Sistem prekrutan anggota legestalif perlu diubah.
3. Politik balas budi dan kompromi politk perlu dihapus.


Semoga RDTL menemukan solusinya

Anonymous said...

kasihan ya,

Anda yang menulis diatas. Udah nga punya informasi BLOON lagi.

Memang menulis di blog seperti ini dan dengan nama ANONIMOUS, semua orang pasti lebih pintar dari PROFESSOR DOKTOR, sayangnya cuman dalam bentuk anonimous.

Memang, pendukung FRETILIN dan Mari Alkatiri terdiri dari orang-orang yang BLOOnya sgt kental, dan IQ rata-rata dibawah 0 (NOL).

Memang, sudah begini masih mau MEMAKSAKAN KEHENDAK dan ingin MEMERINTAH.

Kacian de loh .....

Maria Alkatraun

Anonymous said...

Memang iq rata-rata dibawah nol asal jangan idiot dan mengalami AMNESIA seperti komentar no dua (2) yang sudah kehabisan ide tidak ada lagi argumen untuk membantah komentar no satu (1).
Lebih kasihan lagi karena kita tak dapat membela sebuah system yang sperti ini: saya setuju dengan komentar no satu (1). Jangan-bilang saya pendukung FRETELIN. Saya dari GOLPUT.
Kita harus mengungkapkan fakta. Jangan mengukapkan fakta lalu bilang orang lain pendukung partai ini dan partai itu.
Timor Leste memang seperit bayi yang sedang berjalan menuju proses Negara Rule of Law. Apa salahnya kita mencoba melakukan dulu penyelewenggan dan penyimpangan baru kita masuk api pencucian kemudian baru masuk surga.
Parlamen saja tidak mau menerima mahasiswa yang melakukan demostrasi menetang pemebelian mobil, parlamen menganggap mahasaiswa adalah opsisi bukannya menganggap mahasiswa bagaian aspirasi yang harus diterima. Rule of law berpegang teguh pada kedaulatan rakyat bukannya menerima pendapat sebagai sebuah aspirasi rakyat tetapi memaksa melalui kekuatan.
Kita harus menerima dengan lapang dada bahwa Pemerintah dan Parlamen kita juga manusia berdosa

Anonymous said...

biasa ema sira be pendukung AMP ne'e selalu menuduh seluk nebe idea la hanesan ne'e adalah Fretelin. sira haluha tiha katak sira mos RADIKAL AMP. sira hakarak ema manut-manut ba sira. sira hakarak ema sai Makaku emitador ka Burung Beo Deit.

Sira nunka rekuinese sala nebe sira halo,sira mak diak deit. ita ema ne'e pelumenus hanesan netik Sao Pedro ba, nebe rekuinese nia sala.


nebe mak dehan laiha duni Rule of Law.............

husi
Malrita

Anonymous said...

Familia Carrascalão continua sira nia dominio iha Timor-Leste ho pozisaun iha fatin chaves:

1. II Vice PM - Mario Carrascalao
2. Vice Ministro das Infrastrutura: Jose Manuel Carrascalao
3. Chefe de Gabinete do PR - Natalia Carrascalao
4. Gabinete do PR - Cris Carrascalao
6. Chefe de Gabinete do Secretariado de Defesa - Angela Carrascalao
7. Press Officer do Ministro dos Negocios Estrangeiros e Cooperacao - Gabriela Carrascalao
8. Presidente do Comite Olimpico - Joao Carrascalao

Maibe familia Carrascalao laiha apoio popular husi populacao. Esemplo bele hare ba partidos UDT ho PSD. UDT liderado pelo Joao Carrascalao agora defunto tamba laiha apoio. PSD liderado pelo Mario Viegas Carrascalao mos laiha apoio husi populacao maibe hetan netic kadeira tamba colagacao ho ASDT.

Tamba sa mak familia Carrascalao continua domina iha Timor-Leste independente???

Anonymous said...

Pergunta:

Tansa mak PD iha representasaun eleitoral a'as liu PSD maibe iha representasaun kik liu iha governu AMP?

Partido Democratico (PD)
Kadeira = 7
Ministros iha AMP = 1
1. Mariano Sabino - Agricultura

Partido Social Democrata
Kadeira = 6
Ministros iha AMP = 5
1. Mario Carrascalao - II Vice PM
2. Zacarias da Costa - Negocios Estrangeiros
3. Lucia Lobato - Justiça
4. Joao Goncalves - Economia e Dezenvolvimento
5. Agio Pereira - Sec. de Estado do Conselho de Ministros

Anonymous said...

Yg comentar nomor 2 ita memang BLOON DAN BEGO. Se ema liur mak kritika governo AMP kala ita atu dehan sira mos sai FRETILIN hotu ona ka?. Beginilah kalau org bodoh mendukung org bodoh yg memimpin ya payah negara kita.

Anonymous said...

Comentar2 IQ-nya tidak ada nomor...hahhahahah

Bravo comentar1