9 Apr 2012

Kekuatan dan Kelemehan Kanpres Ronde II (Lu Olo)


By: Julio Piedade

Tinggal beberapa hari lagi, kita akan kembali ke pos-pos pemilihan untuk memilih presiden RDTL? Seperti saya telah janjikan, kali ini, saya akan mengupas kekuatan dan kelemahan Kanpres Lu Olo. Artikel sebelumnya saya telah menulis mengenai Taur Matan Ruak.

Kelebihan-kelebihan Lu Olo

Pertama, Lu Olo adalah seorag nasionalis ulung seperti juga Taur Matan Ruak. Dua puluh empat tahun berjuang di hutan, tidak pernah tertangkap atau menyerah kepada musuh.

Kedua, Lu Olo berpengalaman dalam hal militer dan politik. Sebagai tentara gerila selama 24 tahun Lu Olo paham baik apa itu militer. Sebagai politikus Lu Olo menduduki berbagai posisi dalam strutur FRETILIN selama di hutan dan menjadi presiden FRETILIN selama 10 tahun terakhir ini. Pengalaman-pengalaman ini akan mempermudah Lu Olo untuk berkomunikasi dengan F-FDTL, dan partai-partai politik yang ada di Timor Leste, begitupun dengan kepala negara dan pemerintah dari Negara-negara lain. Suatu pengalaman yang tidak dimiliki oleh Taur Matan Ruak, selain militer.

Ketiga, Lu Olo adalah sosok yang sederhana, tidak arrogan dan terbuka untuk semua orang. Dalam hal politik tidak pernah mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang menjatuhkan lawan-lawan politiknya, sesuatu hal yang bertolakbelakang dengan Mari Alkatiri. Tidak pernah satu katakpun keluar dari mulut Lu Olo menyebut orang lain oportunis atau otonomi atau beliau dan FRETILIN sendiri yang berjuang bagi kemerdekaan Timor Leste, tetapi mengakui semua pengorbanan dan jasa semua kaum nasionalis. Disinilah letak kelebihan Lu Olo untuk merangkul semua rakyat TL, tidak membedakan orang berdasarkan latar belakang politik, walaupun beliau adalah kandidat dari partai politik, sesuatu sikap yang sangat berbeda dengan Taur Matan Ruak.

Keempat, Lu Olo adalah orang yang suka belajar. Belajar dari kesalahan-kesalahan partai atau dari pemimpin-pemimpin FRETILI lainnya. Buktinya beliau tidak pernah mengkopy cara berpolitik yang agak arogan atau frontal serperti Mari Alkatiri. Beliau mempunyai cara berpikir dan berpolitik sendiri. Mungkin karena Lu Olo dulu adalah guru, karena seorang guru yang baik adalah memberikan teladan kepada orang lain. Meskipun usianya sudah mendekati 60, Lu Olo masih bersemangat untuk belajar dan menambah wawasan intelektualnya. Tahun lalu Lu Olo menyelesaikan studynia pada Fakultas Hukum dengan dosen-dosenya berasal dari Portugal (Fundacao das Universidades Portuguesas). Dengan latar belakang hukum yang dimilikinya akan sangat membatu untuk menerjemahkan Konstitusi RDTL dan menerapkannya dalam praktek secara tepat. Karena pengetahuannya ini sehingga program-program yang Lu OLo sodorkan sangat sesuai dengan tugas dan tanggungjawab seorang presiden republik, bukan seperti program-program Taur yang mencampuradukan tugas presiden, pemerintah dan parlamen. Program-programnya mencerminkan bahwa beliau betul-betul paham apa tugas dan tanggungjawab seorang presiden republik.

Kelima, Lu Olo cocok menjadi presiden RDTL karena sudah punya pengalaman sebagai presiden Parlament Nasional. Hal ini akan mempermudah tugasnya sebagai presiden republik yang akan selalu berkomunikasi dengan pemerintah dan parlamen.

Keenam, Lu Olo adalah figur FRETILIN yang moderat, tidak menyerang lawan politik secara sembarangan. Walaupun diejek dan direndahkan oleh Taur Matan Ruak dalam berbagai kesempatan, Lu Olo tidak pernah menjawabnya. Bukan karena beliau takut kepada Taur, tetapi beliau ingin memberi contoh kepada Taur cara berpolitik yang benar, tidak radikal dan agressif, dewasa dan menghormati lawan politik.

Ketujuh, Lu Olo merupakan sosok yang jujur, tidak mau membodohi rakyat seperti lawannya suka membuat janji-janji kosong kepada rakyat karena apa yang dijanjikan itu bukan tanggungjawab dan wewenangnya. Oleh karena itu, harus berhati-hati memilih kanpres yang suka berbohong dan membodohi rakyat dengan program-programnya yang tidak masuk akal.

Kelemahan-kelemahannya

Pertama, tidak akan banyak menekan pemerinntah bila pemerintah dipegang oleh FRETILIN karena sama-sama berasal dari satu partai. Hal ini seperti beliau sudah pernah tunjukkan ketika menjabat sebagai presiden PN, tidak begitu menekan pemerintah atau memanggil PM atau anggota kabinet ke PN untuk menjelaskan kebijakan-kebijakan politik yang kurang jelas atau keliru.

Kedua, belum berusaha secara maksimal untuk menekan kelompok FRETILIN yang masih sangat radikal atu suka membuat kekerasan. Bila Lu Olo tegas, penulis yakin, para militan FRETILIN akan mendengarnya, karena beliau punya kemampuan dan cukup berpengaruh terhadap anggota-anggota partainya. Bila kita bandingkan FRETILIN yang sekarang dengan FRETILIN yang sebelum tahun 2007, FRETILIN sekarang sudah agak moderat. Perubahan ini tidak terlepas dari campur tangan Lu Olo dan pemimpin-pemimpin FRETILIN lainya. Tetapi harus diakui, masih ada anggota-anggota FRETILIN tertentu yang belum berubah, tetapi dengan waktu dan pendidikan semuanya pasti akan berubah.

Ketiga, bisa saja Mari Alkatiri akan mempengaruhi kebijakan-kebijakan politik yang akan dibuat oleh Lu Olo, kalau beliau berpikir bahwa dirinya adalah FRETILIN. Tetapi, bila beliau berpikir bahwa beliau adalah presiden Republik maka Mari Alkatiri tidak akan banyak mempengaruhinya. Mari Alkatiri tidak pernah menjadi atasan Lu Olo. Dalam partai Lu Olo adalah orang nomor satu, dan Alkatiri adalah orang nomor dua. Dalam hal pendidikan, Lu Olo dan Mari Alkatiri adalah sama-sama Sarjana Hukum, sehingga tidak akan ada kompleks inferioritas seperti Taur dan Xanana.

Dengan daftar kekuatan dan kelemahan yang ada dari kedua kanpres, silahkan para pemilih bisa membandingkan keduanya, dan memilih calon yang lebih tepat untuk menjadi presiden kita semua. Calon yang lebih tepat untuk menjadi presiden kita adalah yang betul-betul paham tentang Konstitusi RDTL, paham akan tugas dan taggungjawab seorang presiden, dan bisa merangkul semua orang Timor Leste, tidak membedak-bedakan orang karena latarbelakang politik, memperjuangkan persatuan dan keutuhan bangsa dan negara, menjaga stabilitas dan perdamaian.

Kalau kita mencermati secara seksama, Lu Olo memiliki kelebihannya jauh lebih unggul dari Taur Matan Ruak, karena daftar kekuatan Lu Olo jauh lebih panjang dibandingkan dengan Taur, sementara Taur memiliki daftar kelemahan jauh lebih panjang dari Lu Olo. Kalau kita mau jujur dan memilih kandidat yang baik dan berkualitas, tanpa melihat kepada FRETILIN, maka Lu Olo adalah yang terbaik, tetapi kalau memilih kandidat hanya berdasarkan kepada perasaan dendam kepada FRETILIN, maka pilihan akan jatuh kepada Taur Matan Ruak. Sekarang tergantung kepada para pemilih, mau memilih kandidat yang jujur, sederhana dan berkualutas atau memilih kandidat yang arogan, tidak jujur dan tidak berkualitas. Kita tunggu apa keputusan rakyat pada tanggal 16 April mendatang. End.

3 comments:

Lestat Costa said...

Sim, hu konkorda ho ita boot. tamba durante nemos hu sempre hanoin hela saida mak ita boot hakerek iha ne. maibe ho info sira nee bele loke liu hau nia hnoin atu hili semak diak ba ita nia nasaun. cheers......

vicky said...

Semua orang mempunyai kelebihan dan kelemahan tersendiri dan yang terpenting ada dengan kelemahan yang ada orang tersebuat mau belejar dan jujur kepada dirinya sendiri bahwa apa yang menjadi pilihan itu ada panggilan hidup dan dia memiliki tanggun jawab untuk melakukan yang terbaik kepada bangsa dan negara tercinta Timor-Leste, dan yang terpenting buat rakyat Timor-Leste bukan gelar Doctor seorang kandidat melainkan seorang kepala negara yang tidak bergelar tetapi bisa memimpin dan melayani. abracos kita menunggu kepada siapa rakyat akna memberikan kepercayaan.

Anonymous said...

Belun Julio Piadade nia post nee hamosu hosi lelehat klean neebe belun halo tiha. Buat hotu fila ba povu mak hola desizaun.